Panduan-Pengembangan-Kurikulum-Operasional-di-Satuan-Pendidikan - PDF Flipbook

Panduan-Pengembangan-Kurikulum-Operasional-di-Satuan-Pendidikan

282 Views
5 Downloads
PDF 9,898,585 Bytes

Download as PDF

REPORT DMCA


BADAN STANDAR, KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA

PANDUAN PENGEMBANGAN

Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan MERDEKA BELAJAR

Edisi Revisi Ke-1, April 2022

BADAN STANDAR, KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA

PANDUAN PENGEMBANGAN

Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan MERDEKA BELAJAR

2022

Edisi Revisi Ke-1, April 2022

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Pengarah Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Anindito Aditomo Penanggung Jawab Plt. Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Zulfikri Penyusun Windy Hastasasi (Sekolah Cikal, Jakarta) Tracey Yani Harjatanaya (Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Medan) Ari Dwi Kristiani (Sekolah Dian Harapan, Cikarang) Indriyati Herutami (Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan) Ardanti Andiarti (Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan) Penelaah Yogi Anggraena (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran) Yusri Saad (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran) Anggraeni (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran) Moh. Irfan (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran) Rizki Maisura (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran) Maria Liestiyanti (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran) Kontributor Yusri Saad (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran) Rizki Maisura (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran) Nina Purnamasari (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran) Putu Widyarani K. (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran) Lestyani Yuniarsih (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran) Nur Rofika Ayu Shinta Amalia (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran) Baharudin (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran) M. Heru Iman Wibowo (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran) Erisda Eka Putra (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran) Maria Melita Rahardjo (UKSW Salatiga) Dyah M. Sulistyati (KB Little Star Kids Activity Center, Salatiga) I Wayan Wijania (TK Sai Prema Kumara, Denpasar) Samiran (SMK Negeri 7 Semarang) Ine Rahayu (SLBN Cicendo, Bandung)

Ilustrator Saad Ibrahim Layout Muhammad Ridha Ridwan M. Firdaus Jubaedi

Unaya Karmilah (SLB Wartawan Bandung) Astatik (PKBM Bestari, Jombang Jatim) Edy Kuntjoro (SMA Al Hikmah Boarding School Batu) Anita Purnomosari (SD-SMP-SMA IPH School, Surabaya) Budiyanti Hardanie (Sekolah Mutiara Bunda) Chusnul Chotimah (Southbridge International School, Cambodia) Djuharis Rasul (Konsultan SMK) Hasto Pidekso (SMA Cikal Surabaya) Itje Chodidjah (Pusat Studi Penelitian Kebijakan) Meira Sartika (SDI Nurul Hasanah) Ratih Saraswati (Sekolah Cikal) Sri Kurnianingsih (Himpaudi Jateng) Stien Matakupan (Pusat Studi Penelitian Kebijakan) Tatang Suratna (UPI Serang)

Kata Pengantar Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas terbitnya Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan ini. Panduan ini disusun dalam rangka memberikan inspirasi dalam mengembangkan kurikulum operasional satuan pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Kurikulum operasional yang digunakan di satuan pendidikan dikembangkan dan dikelola oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada Struktur Kurikulum. Kurikulum operasional yang dikembangkan harus menunjukkan kesesuaian dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, satuan pendidikan, dan daerah. Dalam mengembangkan dan mengelola kurikulum operasional, satuan pendidikan sebaiknya melibatkan komite sekolah dan masyarakat. Dalam penyusunan kurikulum operasional, satuan pendidikan perlu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum operasional. Prinsip pengembangan ini bertujuan untuk membantu proses berpikir dalam menyusun kurikulum operasional di satuan pendidikan dan menjadi dasar merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum. Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan ini memuat analisis karakteristik satuan pendidikan, penyusunan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan, pengorganisasian pembelajaran, perencanaan pembelajaran, serta pendampingan, evaluasi, dan pengembangan professional. Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan format dan sistematika penyusunan kurikulum operasional satuan pendidikan. Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan pada Kurikulum Merdeka ini akan terus disempurnakan berdasarkan evaluasi dan umpan balik dari berbagai pihak. Sejalan dengan proses evaluasi tersebut, panduan ini juga akan mengalami revisi dan pembaruan secara berkala. Akhir kata, saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh tim penyusun, penelaah, dan kontributor, beserta tim Kurikulum Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, yang telah bekerja dengan sepenuh hati untuk menghasilkan sebuah panduan yang menginpisrasi.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan

Anindito Aditomo, Ph.D.

iiiiii

PETA KONTEN DALAM MEMAHAMI PENGIMPLEMENTASIAN KURIKULUM MERDEKA

Langkah 02 Memahami pembelajaran dan asesmen

04

Langkah 04 Memahami pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila

02

Langkah 01 Memahami garis besar Kurikulum Merdeka

01

03

Langkah 03 Memahami pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan dalam Kurikulum Merdeka

Langkah 1 Memahami garis besar Kurikulum Merdeka

Langkah 2 Memahami Pembelajaran dan Asesmen

• Regulasi mengenai Kurikulum Merdeka yang berlaku

Panduan Pembelajaran dan Asesmen

• Kajian Akademik Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran

• Prinsip pembelajaran dan asesmen • Pembelajaran sesuai dengan tahapan peserta didik • Perencanaan pembelajaran dan asesmen (termasuk alur tujuan pembelajaran) • Merencanakan pembelajaran • Pengolahan dan pelaporan hasil asesmen

Langkah 3 Memahami pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan dalam Kurikulum Merdeka

Langkah 4 Memahami pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

• Analisis karakteristik satuan pendidikan

• Menyiapkan ekosistem sekolah

• Penyusunan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan

• Mendesain projek penguatan profil pelajar Pancasila

• Pengorganisasian Pembelajaran

• Mengelola projek penguatan profil pelajar Pancasila

• Perencanaan Pembelajaran • Pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional

• Mengolah asesmen dan melaporkan hasil projek penguatan profil pelajar Pancasila • Evaluasi dan tindak lanjut projek penguatan profil pelajar Pancasila

iviv

Daftar Isi iii

Kata Pengantar

v

Daftar Isi

1

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan 1 2 2

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Cara Menggunakan Panduan Sasaran Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

3

Acuan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

4

Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan 4 5 7

Prinsip Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Proses Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Proses Peninjauan dan Revisi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

9

Komponen Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

12

Komponen 1: Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan 12 13 14 16

25

Komponen 2: Visi, Misi, dan Tujuan 25 28 29

40

Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan Proses Berpikir untuk Menganalisis Karakteristik Satuan Pendidikan dan Merumuskan Visi, Misi, dan Tujuan Proses Berpikir untuk Menganalisis Karakteristik dan Merumuskan Visi, Misi, dan Tujuan (untuk SMK) Pilihan Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan

Visi, Misi, dan Tujuan Menyelaraskan Visi, Misi, dan Tujuan Satuan Pendidikan Pilihan Visi-Misi-Tujuan Satuan Pendidikan

Komponen 3: Pengorganisasian Pembelajaran 40 41 45 60

Pengorganisasian Pembelajaran di Satuan Pendidikan Menganalisis Kebutuhan untuk Mengorganisasi Pembelajaran Pendekatan Pembelajaran: Mata Pelajaran, Tematik, Integrasi, dan Blok Pilihan dalam Mengorganisasi Pembelajaran

v v

70

Komponen 4: Perencanaan Pembelajaran 70 72 73 74 75

83

Perencanaan Pembelajaran Perencanaan Pembelajaran di Satuan Pendidikan Proses Berpikir Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran Pengalaman Belajar yang Bermakna Pilihan dalam Merencanakan Pembelajaran

Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional 83 84 85 87 89 96 97

Hubungan Evaluasi, Pendampingan, dan Pengembangan Profesional Pendidik dalam Pembelajaran Prinsip Evaluasi Pembelajaran dan Evaluasi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Evaluasi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Pelaksanaan Evaluasi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Pilihan Satuan Pendidikan dalam Melakukan Evaluasi Pendampingan dan Pengembangan Profesional di Satuan Pendidikan Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional untuk SMK

98

Glosarium

99

Daftar Pustaka

100 Lampiran 100 101 102 104 106 108 109

vivi

Contoh Strategi Penentuan Konsentrasi Menggunakan Teori Developing A Curriculum (DACUM) Contoh Proses Mendesain Tujuan Pembelajaran di PAUD Contoh Pendekatan Muatan Belajar Secara Integrasi untuk Satuan PAUD Contoh Pendekatan Muatan Belajar Secara Integrasi untuk Satuan PAUD Contoh Pendekatan Muatan Belajar Secara Blok untuk SMK Contoh Alat Evaluasi I Contoh Alat Evaluasi II

1

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

Ringkasan Bab Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Cara Menggunakan Panduan Sasaran Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Panduan pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan merupakan dokumen yang berisi prinsip dan contoh strategi untuk memandu satuan pendidikan mengembangkan kurikulum operasionalnya. Kurikulum operasional dikembangkan dan dikelola dengan mengacu kepada struktur kurikulum dan standar yang ditetapkan oleh Pemerintah dan menyelaraskannya dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, satuan pendidikan, dan daerah. Dalam menyusun kurikulum operasional, satuan pendidikan diberikan wewenang untuk menentukan format dan sistematika penyusunannya.

Merdeka dan satu komponen tambahan, yaitu pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional yang dapat dilaksanakan oleh satuan pendidikan yang siap untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berkelanjutan. Panduan ini digunakan bersama dengan dokumen-dokumen terkait, di antaranya: Panduan Asesmen dan Pembelajaran dan Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pancasila. Dokumen-dokumen tersebut diharapkan dapat dibaca dan dipelajari dengan seksama sebagai penunjang pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan.

Panduan meliputi komponen minimal yang ditetapkan oleh Kementerian dalam regulasi yang mengatur Struktur Kurikulum

11

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

Cara Menggunakan Panduan Panduan pengembangan ini dibuat untuk membantu satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum operasional yang kontekstual dan relevan bagi satuan pendidikan, terutama bagi peserta didik dalam mencapai profil pelajar Pancasila dan Capaian Pembelajaran yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak untuk PAUD). Prinsip dokumen ini bertujuan untuk membantu proses berpikir dalam menyusun kurikulum operasional di satuan pendidikan. Panduan ini memberikan gambaran mengenai prinsip-prinsip dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum operasional, serta tahapan pembelajaran. Tahapan pembelajaran dibuat dengan tujuan untuk memberikan gambaran bagi

satuan pendidikan bahwa penyusunan dan pelaksanaan kurikulum operasional dapat dilakukan sesuai kesiapan dan kondisi masingmasing satuan pendidikan. Panduan ini juga berisi contoh-contoh strategi dan alat yang bisa dijadikan inspirasi pengembangan. Akan tetapi, satuan pendidikan memiliki kebebasan untuk mengembangkan dengan cara lain selama selaras dengan tujuan utama dari kurikulum operasional di satuan pendidikan. Khusus untuk sekolah menengah kejuruan (SMK), kurikulum operasional adalah kurikulum implementatif yang disusun berdasarkan potensi sekolah, potensi daerah, dan penyelarasan dengan mitra dunia kerja.

Sasaran Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Kepala satuan pendidikan dapat menggunakan dokumen ini untuk memimpin dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan kurikulum operasional yang kontekstual dan memenuhi kebutuhan belajar peserta didik. Sebagai pemimpin proses belajar di satuan pendidikan, kepala satuan pendidikan perlu melakukan refleksi sebagai bagian aktivitas sehari-hari. Proses refleksi menjadi budaya dan kebiasaan yang dilakukan secara personal dan sebagai bagian diskusi dengan seluruh anggota satuan pendidikan. Pendidik dapat menggunakan dokumen ini untuk mengembangkan kurikulum yang diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan harapan peserta didik yang beragam di dalam satuan pendidikan. Sebagai fasilitator proses belajar peserta didik di kelas, pendidik perlu mengembangkan rencana pembelajaran,

2

kemajuan pembelajaran (learning progression), dan asesmen yang dapat memberikan umpan balik efektif dan melibatkan peserta didik. Dinas Pendidikan dapat menggunakan dokumen ini untuk memberi bimbingan bagi satuan pendidikan dalam proses pengembangan kurikulum operasional yang sesuai dengan kondisi riil satuan pendidikan. Pengawas atau penilik diharapkan dapat mendorong tiap satuan pendidikan di bawah binaannya untuk mengembangkan kurikulum operasional secara kreatif dan inovatif yang dijadikan sebagai referensi tiap anggota satuan pendidikan dalam perencanaan pembelajaran dan mencerminkan pembelajaran yang dapat mengembangkan kompetensi peserta didik dan pencapaian profil pelajar Pancasila. Pengembangan kurikulum operasional tidak seharusnya menekankan pada pemenuhan aturan administrasi yang seragam.

2

Acuan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

Sekilas penjelasan mengenai dokumen yang menjadi rujukan dalam mengembangkan kurikulum operasional di satuan pendidikan. sebagaimana yang dimaksud pada regulasi yang mengatur struktur Kurikulum Merdeka disusun berdasarkan: a.

Kerangka dasar dan struktur yang ditetapkan secara nasional; dan

b.

Visi, misi, dan karakteristik satuan pendidikan

Standar Nasional Pendidikan Standar Nasional Pendidikan yang menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum sebagaimana yang dimaksud pada regulasi yang mengatur struktur Kurikulum Merdeka meliputi: a.

Standar kompetensi lulusan;

b.

Standar isi;

c.

Standar proses; dan

d.

Standar penilaian pendidikan.

Struktur Kurikulum Struktur Kurikulum yang ditetapkan oleh Pemerintah menjadi acuan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum menuju tercapainya profil pelajar Pancasila dapat ditambahkan dengan kekhasan satuan pendidikan sesuai dengan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan. Struktur kurikulum ini berisi kegiatan intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Khusus SMK ditambah dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL), serta tema kebekerjaan sebagai wadah untuk penguatan profil pelajar Pancasila. Khusus SLB ditambah dengan Keterampilan Pilihan dan Program Kebutuhan Khusus dan magang untuk SMALB.

33

3

Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

Ringkasan Bab Prinsip Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Proses Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Proses Peninjauan dan Revisi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

Prinsip Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Prinsip penyusunan kurikulum operasional di satuan pendidikan:

44

1.

Berpusat pada peserta didik, yaitu pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik.

2.

Kontekstual, menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan, serta dunia kerja dan industri (khusus SMK), dan menunjukkan karakteristik atau kekhususan peserta didik berkebutuhan khusus (khusus SLB).

3.

Esensial, yaitu memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang digunakan lugas, ringkas, dan mudah dipahami.

4.

Akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual.

5.

Melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pengembangan kurikulum satuan pendidikan melibatkan komite satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan, antara lain orang tua, organisasi, berbagai sentra, serta industri dan dunia kerja untuk SMK, di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.

Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

Proses Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Dalam penyelenggaraannya, kurikulum operasional di satuan pendidikan perlu menjadi dokumen yang dinamis, yang diperbarui secara berkesinambungan, menjadi referensi dalam keseharian, direfleksikan, dan terus dikembangkan.

Penyusunan dokumen kurikulum operasional di satuan pendidikan hendaknya dimulai dengan memahami secara utuh Struktur Kurikulum Merdeka.

Penyusunan Dokumen Apakah satuan pendidikan sudah memiliki inspirasi kurikulum operasional di satuan pendidikan? Apakah satuan pendidikan telah memiliki visi dan misi? Siapa yang akan memfasilitasi dan terlibat di dalam penyusunan ini? Apakah akan dilakukan pembahasan kurikulum operasional oleh pemangku kepentingan internal? (kepala satuan pendidikan dan pendidik) Apakah akan dilakukan pembahasan kurikulum operasional di satuan pendidikan oleh pemangku kepentingan eksternal? (meliputi: orang tua, komite satuan pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya yaitu, organisasi, berbagai sentra, serta mitra dunia kerja untuk SMK)?

Proses penyusunan kurikulum operasional bersifat:

1.

TETAP (mengacu kepada kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat), dan

2.

FLEKSIBEL/DINAMIS (mengembangkan kurikulum operasional berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan).

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

5

Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

Langkah-langkah Penyusunan Kurikulum Operasional (Bagi yang belum pernah menyusun kurikulum operasional di satuan pendidikan) Proses Penyusunan Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan

01 02

Menganalisis konteks KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN

Merumuskan

VISI, MISI, DAN TUJUAN Evaluasi Jangka Panjang (4-5 tahun)

03 04

Menentukan PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN Evaluasi

Menyusun RENCANA PEMBELAJARAN

Jangka Pendek

05

(semester/tahunan)

Merancang PENDAMPINGAN, EVALUASI, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL

Catatan: untuk SMK, langkah nomor 2 adalah ‘Merumuskan Visi, Misi, Tujuan Program Keahlian’

6

Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

Proses Peninjauan dan Revisi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Bagi satuan pendidikan yang sudah pernah menyusun kurikulum operasional di satuan pendidikan

Peninjauan dan Revisi 1 Siapa yang akan memfasilitasi dan terlibat di dalam peninjauan dan revisi ini? 2 Apakah kurikulum operasional di satuan pendidikan yang telah dibuat sudah sesuai dengan kerangka dan ketentuan penyusunan? 3 Apakah ada proses diskusi/kerja kolaborasi untuk menyusun kurikulum operasional di satuan pendidikan? 4 Apakah ada informasi atau pembahasan yang disampaikan kepada orangtua mengenai kurikulum dan/atau program-program? 5 Bagaimana strategi yang akan dilakukan untuk mengevaluasi? 6 Khusus untuk SMK, apakah substansi kurikulum yang ada masih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja?

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

7

Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

Langkah-langkah Peninjauan dan Revisi Kurikulum Operasional (Bagi yang telah memiliki dokumen kurikulum operasional di satuan pendidikan) Proses Peninjauan dan Revisi Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan

01 02

Menganalisis konteks KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN

Meninjau ulang

VISI, MISI, DAN TUJUAN

03 04 Menyusun RENCANA PEMBELAJARAN

Evaluasi Jangka Panjang (4-5 tahun)

Meninjau ulang PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN

05

Evaluasi Jangka Pendek (semester/tahunan)

Merancang PENDAMPINGAN, EVALUASI, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL

Catatan: untuk SMK, langkah nomor 2 adalah ‘Meninjau Visi dan Misi satuan pendidikan, dan tujuan program keahlian’

8

4

Komponen Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

Komponen ini menjadi komponen utama yang ditinjau setiap 4 – 5 tahun.

Karakteristik satuan pendidikan

Dari analisis konteks, diperoleh gambaran mengenai karakteristik satuan pendidikan, termasuk peserta didik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan sosial budaya. Untuk SMK, karakteristik melingkupi program keahliannya.

Visi, misi, dan tujuan

Visi •

Menggambarkan bagaimana peserta didik menjadi subjek dalam tujuan jangka panjang satuan pendidikan dan nilainilai yang dituju berdasarkan hasil analisis karakteristik satuan pendidikan



Nilai-nilai yang mendasari penyelenggaraan pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak untuk PAUD)

Misi •

Misi menjawab bagaimana satuan pendidikan mencapai visi



Nilai-nilai penting yang diprioritaskan selama menjalankan misi

Tujuan •

Tujuan akhir dari kurikulum satuan pendidikan yang berdampak kepada peserta didik



Tujuan menggambarkan tahapan-tahapan (milestone) penting dan selaras dengan misi



Strategi satuan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan



Kompetensi/karakteristik yang menjadi kekhasan lulusan suatu satuan pendidikan dan selaras dengan profil pelajar Pancasila

Untuk SMK visi, misi, dan tujuan disusun untuk lingkup sekolah, sedangkan program keahlian menyusun tujuan program keahlian.

99

Komponen Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

Komponen ini menjadi komponen utama yang ditinjau setiap tahun.

Pengorganisasian pembelajaran

Perencanaan pembelajaran

10

Cara satuan pendidikan mengatur muatan kurikulum dalam satu rentang waktu dan beban belajar, serta cara mengelola pembelajaran untuk mendukung Capaian Pembelajaran (CP) dan profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak untuk PAUD) •

Intrakurikuler, berisi muatan/mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada (seperti mulok). Untuk SMK, mata pelajaran dan/atau konsentrasi disusun oleh satuan pendidikan bersama dunia kerja. Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk SMK, memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk menumbuhkembangkan karakter dan budaya kerja yang profesional, meningkatkan kompetensi peserta didik sesuai kurikulum dan kebutuhan dunia kerja, serta menyiapkan kemandirian Peserta Didik untuk bekerja dan/atau berwirausaha.



Projek penguatan profil pelajar Pancasila, menjelaskan pengelolaan projek yang mengacu pada profil pelajar Pancasila pada tahun ajaran tersebut. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Untuk SMK, tema Kebekerjaan merupakan tema yang wajib dipilih setiap tahun.



Ekstrakurikuler, kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal.

Perencanaan pembelajaran meliputi ruang lingkup satuan pendidikan dan ruang lingkup kelas. •

Rencana pembelajaran untuk ruang lingkup satuan pendidikan seperti penyusunan capaian pembelajaran (telah ditetapkan oleh pemerintah), alur tujuan pembelajaran lengkap dengan gambaran besar asesmen dan sumber belajar yang mencakup kegiatan intrakurikuler serta projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan perencanaan program prioritas satuan pendidikan.



Rencana pembelajaran untuk ruang lingkup kelas seperti rencana pelaksanaan pembelajaran atau modul ajar, perangkat ajar. Untuk dokumentasi rencana pembelajaran ini, satuan pendidikan cukup melampirkan beberapa contoh perangkat ajar atau bentuk rencana kegiatan yang mewakili inti dari rangkaian pembelajaran pada bagian Lampiran.

11 11

5

Komponen 1: Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan

Ringkasan Bab Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan Proses Berpikir untuk Menganalisis Karakteristik Satuan Pendidikan dan Merumuskan Visi, Misi, dan Tujuan Proses Berpikir untuk Menganalisis Karakteristik dan Merumuskan Visi, Misi, dan Tujuan (untuk SMK) Pilihan Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan

Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan Sebelum mengembangkan kurikulum operasional, satuan pendidikan perlu melakukan analisis karakteristik dan lingkungan belajar dengan menampung aspirasi anggota komunitas, dan menjadikan visi dan misi sebagai arahan yang disepakati oleh seluruh warga satuan pendidikan.

Prinsip-prinsip analisis lingkungan belajar:

12 12

Analisis karakteristik satuan pendidikan penting untuk dilakukan agar mendapatkan gambaran utuh kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan dan seluruh warganya. Hasil analisis karakteristik akan menjadi landasan dalam proses perumusan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan.



Melibatkan perwakilan warga satuan pendidikan



Menggunakan data-data yang diperoleh dari situasi nyata/ kondisi satuan pendidikan



Mengalokasikan waktu yang cukup untuk pengumpulan, pengorganisasian, analisis, dan dokumentasi data



Memilah informasi yang relevan dan menyimpulkan untuk mengembangkan strategi atau solusi

Komponen 1: Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan

Contoh informasi yang perlu didapatkan dalam analisis lingkungan belajar di satuan pendidikan:



Apa kekhasan daerah setempat yang penting untuk dilestarikan?



Bagaimana peran satuan pendidikan sebagai bagian dari masyarakat setempat?



Apa dampak dari satuan pendidikan yang sudah dapat dirasakan saat ini (baik oleh warga masyarakat maupun warga satuan pendidikan itu sendiri)?



Bagaimana peran satuan pendidikan dalam menyiapkan peserta didik mencapai profil pelajar Pancasila?



[SMK] Apa potensi daerah dan kondisi dunia kerja yang relevan?

Berikut adalah pilihan cara untuk mengumpulkan informasi •

Kuesioner, dengan pertanyaan disesuaikan dengan tujuan dan sasaran yang dibutuhkan.



Wawancara, untuk mendapatkan data secara langsung.



Diskusi kelompok terpumpun/Focus Group Discussion (FGD) dengan mengundang perwakilan dari seluruh warga satuan pendidikan dan tokoh masyarakat.



Observasi, mengamati dan mencatat apa yang tampak dari objek penelitian. Disarankan lebih dari 1 orang yang melakukan observasi di waktu yang sama untuk memperoleh hasil pengamatan yang dapat diandalkan (reliable).



Rapor pendidikan, terkait mutu dan hasil belajar, kompetensi dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, serta mutu dan relevansi pembelajaran.

Proses Berpikir untuk Menganalisis Karakteristik Satuan Pendidikan dan Merumuskan Visi, Misi, dan Tujuan Dalam menyusun kurikulum operasional di satuan pendidikan, setiap komponennya dapat dikembangkan melalui proses reversibel (bolak balik) antara analisis lingkungan belajar satuan pendidikan, visi-misi satuan pendidikan, dan tujuan dan strateginya. Dalam perencanaan, penting bagi satuan pendidikan untuk mengumpulkan berbagai data untuk

mendapatkan informasi yang komprehensif. Informasi ini kemudian dianalisis untuk memberikan kesimpulan yang tepat bagi perencanaan yang optimal. Satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai cara yang dinilai sesuai dengan kebutuhan berproses selama hasilnya selaras antarkomponennya.

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

13

Komponen 1: Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan

Proses Berpikir untuk Menganalisis Karakteristik dan Merumuskan Visi, Misi, dan Tujuan (untuk SMK) Untuk SMK, visi dan misi disusun untuk lingkup satuan pendidikan, sedangkan tujuan disusun untuk lingkup program keahlian berdasarkan analisis kebutuhan dunia kerja. Dalam menyusun kurikulum satuan pendidikan,

14

setiap komponennya dikembangkan melalui proses reversibel (bolak balik) antara analisis lingkungan belajar satuan pendidikan, visi-misi satuan pendidikan, serta tujuan dan strategi program keahlian. Dalam perencanaan, penting

Komponen 1: Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan

bagi satuan pendidikan untuk mengumpulkan berbagai data untuk mendapatkan informasi yang komprehensif. Informasi ini kemudian dianalisis untuk memberikan kesimpulan yang tepat bagi perencanaan yang optimal. Setiap satuan pendidikan dan program keahlian

dapat menggunakan berbagai cara yang dinilai sesuai dengan kebutuhan berproses selama hasilnya selaras antarkomponennya.

Apakah SMK sudah memiliki visi-misi-tujuan yang ajek?

Sudah

Belum

Karakteristik Satuan Pendidikan • Menggambarkan keunikan SMK dan program keahlian dalam hal peserta didik, sosial, budaya, pendidik, dan tenaga kependidikan. • SMK yang berada di bawah yayasan tertentu, seperti dapat merumuskan idealisme yayasan tersebut selama tidak bertentangan dengan Tujuan Pendidikan Nasional dan profil pelajar Pancasila. • Menggambarkan program keahlian yang dibuka dan rasional program keahlian tersebut dibuka. Catatan: SMK boleh membuka lebih dari 1 program keahlian sesuai kebutuhan dunia kerja.

Analisis karakteristik lingkungan belajar SMK dan program keahlian

Merumuskan visi-misi SMK

Apakah sudah memiliki analisis kebutuhan satuan pendidikan?

Belum

Sudah

Merumuskan tujuan program keahlian Apakah sudah memiliki strategi?

Karakteristik Program Keahlian • Menggambarkan konsentrasi dari

setiap program keahlian yang dibuka. Contoh, Program Keahlian Teknik Otomotif akan memilih untuk berkonsentrasi pada perawatan dan perbaikan sepeda motor yang sebelumnya disebut sebagai kompetensi keahlian.

Menyusun strategi

Belum

Sudah

Mendesain pengorganisasian pembelajaran

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

15

Komponen 1: Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan

Pilihan Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan Dalam menganalisis karakteristik, satuan pendidikan perlu melakukan evaluasi kesiapan implementasi sehingga dapat menyesuaikannya dengan pilihan yang akan dijalankan. Pilihan-pilihan ini bertujuan untuk memberikan gambaran bagi satuan pendidikan bahwa penyusunan dan pelaksanaan kurikulum

16

operasional dapat dilakukan sesuai kesiapan dan kondisi masing-masing satuan pendidikan. Satuan pendidikan diharapkan melakukan refleksi secara rutin agar dapat menentukan pilihan yang tepat dalam menyusun dan melaksanakan kurikulum operasional.

Komponen 1: Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan

Pilihan 1 Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan Analisis kekuatan dan aspek perbaikan dari satuan pendidikan dalam ranah perencanaan dan pengelolaan pembelajaran.

Pada pilihan 1, kepala satuan pendidikan memahami struktur kurikulum sebelum membentuk dan memimpin tim untuk mengembangkan kurikulum operasional. Pengawas atau Penilik harus dapat memahami Kurikulum Merdeka sehingga dapat memberikan pelatihan terkait dengan struktur kurikulum dan menjadi mentor dalam proses pengembangan kurikulum, jika diperlukan oleh satuan pendidikan. Pemimpin satuan pendidikan dapat membuat penyesuaian sederhana pada contoh analisis yang telah dilakukan oleh satuan pendidikan lainnya.



Rapor Pendidikan: mutu dan hasil belajar, kompetensi dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, serta mutu dan relevansi pembelajaran



Hasil observasi pembelajaran



Data yang dapat disiapkan dalam melakukan analisis pada pilihan 1:

Contoh pertanyaan: •

Apa yang sudah berjalan baik?



Apa pencapaian yang sudah pernah satuan pendidikan raih?



Apa rencana yang belum tercapai? Apa yang membuatnya belum dapat tercapai?



Apa strategi yang dapat diimplementasikan oleh satuan pendidikan untuk meraih keberhasilan?

Contoh untuk Seluruh Jenjang: Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan Dengan melakukan analisis sederhana terhadap proses perencanaan dan pengelolaan pembelajaran, satuan pendidikan dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan untuk dasar penyusunan strategi dalam mengembangkan dan mengatasi permasalahan satuan pendidikan. Contoh Pertanyaan

Berjalan Baik

Perlu Perbaikan



Bagaimana proses pembelajaran yang dilaksanakan di satuan pendidikan?



Bagaimana proses penentuan strategi implementasi untuk perkembangan satuan pendidikan?

Tuliskan dengan detil proses/hal yang sudah berjalan dengan baik.



Bagaimana proses pendidik merancang dan melaksanakan pembelajarannya?

Tuliskan dengan detil proses/ hal yang belum berjalan dengan baik dan butuh perbaikan.



Bagaimana keterlibatan murid di dalam pembelajarannya?



Bagaimana pendidik merancang dan melaksanakan asesmen?

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

17

Komponen 1: Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan

Pilihan 2 Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan Analisis kekuatan dan aspek perbaikan dari satuan pendidikan dalam ranah perencanaan dan pengelolaan pembelajaran dengan mempertimbangkan sudut pandang peserta didik.

Pada pilihan 2, kepala satuan pendidikan melibatkan pendidik dalam mengembangkan kurikulum operasional. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran riil kebutuhan dan aspirasi peserta didik. Pengawas atau Penilik dapat memantau proses penyusunan kurikulum operasional di satuan pendidikan

dan menjadi mentor jika diperlukan dalam proses pengumpulan data untuk menjadi bahan analisis. Kepala satuan pendidikan dapat membuat modifikasi pada contoh analisis yang telah dilakukan oleh satuan pendidikan lainnya dengan menyesuaikan karakteristik peserta didik di satuan pendidikannya.

Data yang dapat disiapkan dalam melakukan analisis pada pilihan 2: •

Rapor Pendidikan: mutu dan hasil belajar, kompetensi dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, serta mutu dan relevansi pembelajaran



Hasil observasi pembelajaran



Hasil diskusi dengan pendidik dan tenaga kependidikan



Bagaimana kompetensi pendidik dalam menjalankan proses pembelajaran?



Bagaimana keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran peserta didik?

Contoh pertanyaan: •

Apa program/kegiatan/ aspek yang menunjukkan keterlibatan tinggi dari peserta didik?



Apa kesulitan yang dialami oleh peserta didik?

Contoh untuk Seluruh Jenjang: Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan Dengan melakukan analisis terhadap proses perencanaan dan pengelolaan pembelajaran dari sudut pandang peserta didik, satuan pendidikan dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan untuk dasar penyusunan strategi dalam mengembangkan dan mengatasi permasalahan satuan pendidikan.

18

Komponen 1: Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan

Contoh Pertanyaan

Berjalan Baik

Perlu Perbaikan

Peserta didik

Tuliskan dengan detil proses/hal terkait dengan aspek peserta didik yang sudah berjalan dengan baik.

Tuliskan dengan detil proses/hal terkait dengan aspek peserta didik yang belum berjalan dengan baik dan butuh perbaikan.

Tuliskan dengan detil proses/hal terkait dengan aspek pendidik dan tenaga kependidikan yang sudah berjalan dengan baik.

Tuliskan dengan detil proses/hal terkait dengan aspek pendidik dan tenaga kependidikan yang belum berjalan dengan baik dan butuh perbaikan.



Bagaimana proses satuan pendidikan mengklasifikasi peserta didik?



Dari klasifikasi tersebut, bagaimana satuan pendidikan mengidentifikasi kebutuhan masing-masing kelompok? Bagaimana proses pemberian perhatian dan pendampingan bagi kelompok yang membutuhkannya? Bagaimana pemberian pilihan tantangan belajar yang lebih tinggi bagi kelompok peserta didik tertentu?

Pendidik dan tenaga kependidikan •

Bagaimana proses satuan pendidikan mengidentifikasi profil atau kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan untuk pembelajaran yang optimal sesuai dengan karakteristik peserta didik?



Bagaimana proses satuan pendidikan mengklasifikasi pendidik dan tenaga kependidikan?



Dari klasifikasi tersebut, bagaimana satuan pendidikan mengidentifikasi kebutuhan masing-masing kelompok? Bagaimana proses pemberian bantuan/pendampingan bagi kelompok yang membutuhkannya?



Bagaimana proses pendidik dan tenaga kependidikan melakukan fasilitasi terhadap peserta didik dengan berbagai latar belakang dan kebutuhan?

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

19

Komponen 1: Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan

Contoh Pertanyaan

Berjalan Baik

Perlu Perbaikan

Sarana dan prasarana

Tuliskan dengan detil proses/hal terkait dengan aspek saranaprasarana yang sudah berjalan dengan baik.

Tuliskan dengan detil proses/hal terkait dengan aspek saranaprasarana yang belum berjalan dengan baik dan butuh perbaikan.



Bagaimana satuan pendidikan menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk pembelajaran yang optimal?



Bagaimana proses satuan pendidikan menyediakan lingkungan yang aman dan sehat (fisik dan mental) bagi warganya?



Bagaimana satuan pendidikan menyiapkan perangkat yang memadai untuk menyelenggarakan pembelajaran yang optimal dan mengelola data?

Pilihan 3 Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan Analisis kekuatan, aspek perbaikan di dalam satuan pendidikan, serta kesempatan dan ancaman terhadap satuan pendidikan dengan mempertimbangkan sudut pandang peserta didik dan orang tua.

Pada pilihan 3, kepala satuan pendidikan menangkap aspirasi peserta didik dan/ atau orang tua dalam mengembangkan kurikulum operasional. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran riil kebutuhan dan aspirasi peserta didik, serta harapan dan dukungan dari orang tua murid. Pengawas atau Penilik dapat memantau proses penyusunan kurikulum operasional di satuan pendidikan dan menjadi mentor jika diperlukan untuk merancang instrumen pengambilan informasi dan metode analisisnya. Kepala satuan pendidikan dapat mengembangkan analisisnya berdasarkan data yang diperolehnya dan membuat prediksi kesempatan dan ancaman berdasarkan masukan dari pendidik, peserta didik, dan orang tuanya. Data yang dapat disiapkan dalam melakukan analisis pada pilihan 3:

20



Rapor Pendidikan: mutu dan hasil belajar, kompetensi dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, serta mutu dan relevansi pembelajaran



Hasil observasi pembelajaran



Masukan dari pendidik, peserta didik, dan/ atau orang tua murid

Contoh pertanyaan: •

Bagaimana pencapaian satuan pendidikan saat ini?



Apa kekuatan sekolah yang harus ditonjolkan?



Apa pembelajaran terpenting yang peserta didik dapatkan selama belajar di satuan pendidikan?



Apa sumber daya atau kesempatan belajar yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran peserta didik?

Komponen 1: Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan

Contoh untuk Seluruh Jenjang: Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan Analisis kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman atau yang biasa kita sebut sebagai SWOT merupakan cara yang umum dilakukan dalam mengenali satuan pendidikan dan lingkungannya untuk dasar penyusunan strategi dalam mengembangkan dan mengatasi permasalahan satuan pendidikan.

STRENGTH (KEKUATAN)

S

W

WEAKNESS (KELEMAHAN)

INTERNAL Situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan yang dimiliki satuan pendidikan yang bisa memberikan pengaruh positif pada saat ini atau pun di masa yang akan datang. Contoh pertanyaan: Kekuatan atau kelebihan apa yang dimiliki satuan pendidikan? Apa yang membuat satuan pendidikan lebih baik dari satuan pendidikan lainnya?

OPPORTUNITY (PELUANG)

O

Situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan yang dimiliki satuan pendidikan yang bisa memberikan pengaruh negatif pada saat ini atau pun di masa yang akan datang. Contoh pertanyaan: Apa yang belum berjalan dengan baik? Apa saja kebutuhan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan yang belum terpenuhi di satuan pendidikan?

T

THREAT (ANCAMAN)

EKSTERNAL Situasi atau kondisi yang merupakan peluang atau kesempatan di luar satuan pendidikan yang bisa memberikan peluang untuk berkembang di kemudian hari.

Ancaman atau tantangan apa saja yang mungkin akan dihadapi satuan pendidikan yang bisa menghambat laju perkembangan satuan pendidikan.

Contoh pertanyaan:

Contoh pertanyaan:

Kekuatan atau kelebihan apa yang dimiliki satuan pendidikan?

Hambatan apa yang sedang dihadapi sekarang?

Apa yang membuat satuan pendidikan lebih baik dari satuan pendidikan lainnya?

Adakah perubahan peraturan pemerintah yang akan berdampak bagi perkembangan satuan pendidikan?

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

21

Komponen 1: Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan

Pilihan 4 Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan Analisis kekuatan, aspek perbaikan di dalam satuan pendidikan, serta kesempatan dan ancaman terhadap satuan pendidikan dengan mempertimbangkan sudut pandang kebijakan daerah/ nasional dan sudut pandang/masukan berbagai pemangku kepentingan (pihak internal dan eksternal satuan pendidikan). Pada pilihan 4, kepala satuan pendidikan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan kurikulum operasional. Hal ini dilakukan tidak hanya untuk mendapatkan gambaran riil kebutuhan dan aspirasi peserta didik, tapi juga peluang dan penyelarasan dengan visi-misi-tujuan daerah untuk memperkaya proses pembelajaran peserta didik. Pengawas atau Penilik dapat memantau proses penyusunan kurikulum operasional di satuan pendidikan, menjadi coach jika diperlukan dalam memperkaya dan menajamkan analisis. Kepala satuan pendidikan dapat membagikan proses analisis yang telah dilakukan oleh satuan pendidikannya sebagai inspirasi untuk satuan pendidikan lainnya.



Masukan dari pendidik, peserta didik, orang tua murid, mitra (organisasi, komunitas, dan lain-lain)



Visi-misi-tujuan daerah setempat



Data terkait informasi sistem, sumber daya, fasilitas, dan mitra yang tersedia

Contoh pertanyaan: •

Apakah ada sumber daya dari lingkungan sekitar yang dapat dimanfaatkan oleh satuan pendidikan dalam proses belajar?



Apa saja visi, misi, dan tujuan daerah?



Apa saja kebijakan satuan pendidikan terkait indikator kebijakan daerah?



Siapa saja pihak-pihak yang dapat dilibatkan untuk mendukung program satuan pendidikan? (organisasi, komunitas, tokoh, dan lain-lain)

Data yang dapat disiapkan dalam melakukan analisis pada pilihan 4: •



Rapor Pendidikan: mutu dan hasil belajar, kompetensi dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, mutu dan relevansi pembelajaran

Beberapa alat yang dapat digunakan untuk menganalisis informasi: •

Analisis SWOT

Hasil observasi pembelajaran



Root Cause



Fish Bone

Contoh untuk Seluruh Jenjang: Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan Analisis kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman atau yang biasa kita sebut sebagai SWOT merupakan cara yang umum dilakukan dalam mengenali satuan pendidikan dan lingkungannya untuk dasar penyusunan strategi dalam mengembangkan dan mengatasi permasalahan satuan pendidikan.

22

Komponen 1: Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan

STRENGTH (KEKUATAN)

S

W

WEAKNESS (KELEMAHAN)

INTERNAL Situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan yang dimiliki satuan pendidikan yang bisa memberikan pengaruh positif pada saat ini atau pun di masa yang akan datang.

Situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan yang dimiliki satuan pendidikan yang bisa memberikan pengaruh negatif pada saat ini atau pun di masa yang akan datang.

Contoh pertanyaan:

Contoh pertanyaan:

Kekuatan atau kelebihan apa yang dimiliki satuan pendidikan? Apa yang membuat satuan pendidikan lebih baik dari satuan pendidikan lainnya?

OPPORTUNITY (PELUANG)

O

Apa yang dapat kita tingkatkan dalam satuan pendidikan? Apa saja kebutuhan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan yang belum terpenuhi di satuan pendidikan? Apa saja yang harus dihindari satuan pendidikan? Faktor apa saja yang menyebabkan kehilangan dukungan? Apa yang dilihat atau dirasakan masyarakat sebagai suatu kelemahan satuan pendidikan?

T

THREAT (ANCAMAN)

EKSTERNAL Situasi atau kondisi yang merupakan peluang atau kesempatan di luar satuan pendidikan yang bisa memberikan peluang untuk berkembang di kemudian hari.

Ancaman atau tantangan apa saja yang mungkin akan dihadapi satuan pendidikan yang bisa menghambat laju perkembangan satuan pendidikan.

Contoh pertanyaan:

Contoh pertanyaan:

Apa sumber daya dari lingkungan sekitar yang dapat dimanfaatkan oleh satuan pendidikan dalam proses belajar? Apa saja kesempatan yang ada di luar satuan pendidikan? (Misal: lingkungan yang mendukung, pelaku usaha yang relevan, serta berpotensi untuk diajak bersinergi dalam pengembangan sekolah)

Hambatan apa yang sedang dihadapi sekarang? Tren apa yang menyebabkan ancaman bagi satuan pendidikan? Misalnya: Perkembangan Teknologi Adakah perubahan peraturan pemerintah yang akan berdampak bagi perkembangan satuan pendidikan?

Perubahan apa saja yang terjadi di luar satuan pendidikan (hasil riset terbaru, praktik- praktik pendidikan dan pengasuhan) yang selaras dan bisa menjadi pendukung satuan pendidikan? Apa saja perkembangan pola pikir masyarakat (orang tua dan praktisi pendidikan) yang bisa membantu satuan pendidikan untuk melakukan inovasi?

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

23

24 24

6

Komponen 2: Visi, Misi, dan Tujuan

Ringkasan Bab Visi, Misi, dan Tujuan Merumuskan Tujuan Satuan Pendidikan Menyelaraskan Visi, Misi, dan Tujuan Satuan Pendidikan Pilihan Visi-Misi- Tujuan Satuan Pendidikan

Visi, Misi, dan Tujuan Visi, misi, dan tujuan menjadi referensi arah pengembangan dan menunjukkan prioritas satuan pendidikan. Merumuskan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan merupakan langkah awal yang sangat penting sebagai acuan utama dalam merancang pembelajaran yang berkualitas. Untuk satuan pendidikan, visi, misi, dan tujuan harus berpusat pada peserta didik.

Visi adalah cita-cita bersama pada masa mendatang dari warga satuan pendidikan, yang dirumuskan berdasarkan masukan dari seluruh warga satuan pendidikan.

a.

Visi merupakan gambaran masa depan yang ingin dicapai oleh satuan pendidikan.

b.

Visi harus dapat memberikan panduan/arahan serta motivasi.

c.

Visi harus tampak realistis, kredibel dan atraktif. Sebaiknya mudah dipahami, relatif singkat, ideal, dan berfokus pada mutu, serta memotivasi setiap pemangku kepentingan.

25 25

Komponen 2: Visi, Misi. dan Tujuan

Misi adalah pernyataan bagaimana satuan pendidikan mencapai visi. yang ditetapkan untuk menjadi rujukan bagi penyusunan program jangka pendek, menengah, dan jangka panjang, dengan berdasarkan masukan dari seluruh warga satuan pendidikan.

a

Peaaa  e 

a e aa e a emea a a am ea  a a  e aa

e a

b

Ra  e a  a a be a a am e 

a

tindakan, b a a a

am e 

a eaaa ebamaaa aa a r

Aaa  a r a a  a aa

ee aa aa ea a beam eaa e aa e a a  a r a a  a eb a a a 



M emmaba a  aa beaa am beea e aa eea 

Tujuan adalah gambaran hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu oleh setiap satuan pendidikan atau program keahlian dengan mengacu pada karakteristik dan/atau keunikan setiap satuan pendidikan sesuai dengan prinsip yang sudah ditetapkan.

a

T a a ea a ee   a  a  an a aa e a

b



T a u  aa hasil yang diinginkan pada peserta didik. Tujuan harus spesifik, terukur, dapat dicapai dalam jangka waktu tertentu. Untuk mengetahui pencapaian tujuan pendidikan, satuan pendidikan dapat melakukan evaluasi.

Merumuskan Tujuan Satuan Pendidikan TIPS •

Fokus untuk memahami dan membantu peserta didik untuk mengenal diri dan cara belajar mereka sendiri.



Memungkinkan peserta didik untuk melihat kemajuan mereka sendiri, merefleksikan cara dan kekuatan belajar mereka, dan menetapkan tujuan individu.



Tinjau kembali dan refleksikan berdasarkan profil pelajar Pancasila. Sepanjang tahun, peserta didik akan berubah dan bertumbuh. Berikan ruang bagi peserta didik untuk merekam refleksi diri secara teratur.

Tujuan harus selalu merupakan perwujudan dari visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan harus mencerminkan karakteristik atau hasil yang akan dicapai oleh peserta didik. Karakteristik tersebut mencakup berbagai kapasitas dan tanggung jawab seseorang yang mencakup pertumbuhan intelektual, pribadi, serta emosional dan sosial.

26

Komponen 2: Visi, Misi. dan Tujuan

Prinsip-prinsip dalam merumuskan tujuan yang berpusat pada peserta didik: 1

D   

ofil pelajar Pancasila secara lengkap menjadi fondasi, termasuk semua dimensi beserta elemen dan subelemennya. Satuan pendidikan dapat menambahkan kompetensi peserta didik sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, selama tidak bertentangan dengan profil pelajar Pancasila.

4.

Menjadikan profil pelajar Pancasila sebagai prinsip utama setiap program pembelajaran untuk membantu peserta didik berkembang sesuai keragaman potensinya.

5.

Menggunakan profil pelajar Pancasila sebagai alat untuk melakukan refleksi dan analisis seluruh program pembelajaran di satuan pendidikan.

6.

Satuan pendidikan melakukan refleksi secara berkala, untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dalam pembelajaran, pada struktur dan sistem, serta kurikulum yang ada di satuan pendidikan. Dengan demikian, memungkinkan peserta didik dan pendidik yang melaksanakan program pembelajaran, untuk berkembang menjadi seperti yang dideskripsikan di profil pelajar Pancasila yang ada di satuan pendidikan.

pp 

2.

Mengevaluasi secara kritis lingkungan belajar di satuan pendidikan dan membuat perubahan yang diperlukan agar memungkinkan semua peserta didik dan pendidik untuk bekerja mengembangkan nilai-nilai profil pelajar Pancasila pada peserta didik.

3.

Memfokuskan kembali pada tujuan satuan pendidikan atau program keahlian untuk SMK, secara kreatif mengelola sumber daya yang ada pada satuan pendidikan, baik itu sumber daya manusia (pendidik/orang tua, peserta didik) maupun sumber daya lainnya seperti lingkungan/komunitas di sekitar satuan pendidikan.

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

27

Komponen 2: Visi, Misi. dan Tujuan

Menyelaraskan Visi, Misi, dan Tujuan Satuan Pendidikan TIPS S!!" #$%!&'&!( !(!%)*)* %)(+&'(+!( -$%!.!/0 2!*")&!( 3)*)0 #)*)0 4!( "'.'!( ")4!& -$/"$("!(+!( 4$(+!( &$/!(+&! &'/)&'%'# 5!(+ 4)"$"!2&!( 6%$7 2'*!"8 "'.'!( 2$(4)4)&!( (!*)6(!% 4!( *"/'&"'/ &'/)&'%'#9

28

Komponen 2: Visi, Misi. dan Tujuan

Pilihan Visi-Misi-Tujuan Satuan Pendidikan Dalam merumuskan visi-misi-tujuan, satuan pendidikan perlu melakukan evaluasi kesiapan implementasi sehingga dapat menyesuaikannya dengan pilihan yang akan dijalankan. Pilihanpilihan ini bertujuan untuk memberikan gambaran bagi satuan pendidikan bahwa penyusunan dan pelaksanaan kurikulum

operasional dapat dilakukan sesuai kesiapan dan kondisi masing- masing satuan pendidikan. Satuan pendidikan diharapkan melakukan refleksi secara rutin agar dapat menentukan pilihan yang tepat dalam menyusun dan melaksanakan kurikulum operasional.

Pilihan 1

Menggunakan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan yang sudah ada.

Pilihan 3

Meninjau ulang visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan, serta menyesuaikannya berdasarkan hasil evaluasi dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan internal dan eksternal satuan pendidikan, karakteristik peserta didik, dan aspirasi orangtua.

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

Pilihan 2

Meninjau ulang visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan serta melakukan penyesuaian sederhana terhadap tujuan yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan internal satuan pendidikan.

Pilihan 4

Mempertimbangkan sudut pandang/masukan dari berbagai pemangku kepentingan satuan pendidikan dalam meninjau ulang secara menyeluruh dan merumuskan kembali visi, misi, dan tujuan berdasarkan analisis karakteristik satuan pendidikan.

29

Komponen 2: Visi, Misi. dan Tujuan

PILIHAN 1 Menggunakan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan yang sudah ada. Pada pilihan 1, kepala satuan pendidikan membantu anggota satuan pendidikan untuk memahami dan berkomitmen terhadap visi-misi-tujuan satuan pendidikan. kepala satuan pendidikan mengajak anggota satuan pendidikan untuk melakukan refleksi terhadap celah (gap) antara visi-misi-tujuan dan kondisi riil satuan pendidikan. Kepala satuan pendidikan kemudian memastikan program prioritas, strategi, organisasi, dan rancangan pembelajaran yang akan dijalankan di satuan pendidikan sudah selaras dengan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan dan dapat memenuhi kebutuhan satuan pendidikan. Pengawas atau penilik menjadi mentor kepala satuan pendidikan dalam penyelarasan komponen kurikulum operasional dengan visi-misi-tujuan satuan pendidikan. Contoh pertanyaan: Apakah semua warga satuan pendidikan memahami hal-hal yang menjadi prioritas untuk mencapai visi? Apakah cara/strategi untuk mencapai misi realistis untuk dijalankan? Bagaimana satuan pendidikan mengorganisasi dan merancang pembelajarannya untuk mencapai tujuan?

Contoh

Menyelaraskan Visi, Misi, dan Tujuan Satuan Pendidikan V:;: ?:;: @BCEF :G=;:G=> H=>



Y=H=:?=>= GB@=E= ;=KF=> @B>dBE=C=;G=> P:;:W ?:;:W KFjF=> ;=KF=>

F>KFG ?B?L=>KF ?BCBG= ?B?=I=?: @C=GK:G GB;BI=C:=>X

@BC=> ?=;:>HN?=;:>H KBCI=O=@=:=> P:;: ;=KF=> @B>O=@=:=> P:;: ;BE=C=; H=> ?:;:

KFH=; d=>H =G=> oEBI ;BK:=@ J=CH=

;=KF=> @B> @B> P:;: ?:;: ;=KF=> @B> ?:;: ;=KF=> @B>>d= ?B?=I=?: P:;:W ?:;:W



U@=G=I @B>>d= ?B?=I=?: GBKBCG=:K=> =>K=C= P:;:W ?:;:W KFjF=> ;=KF=> @B>H ;FH @B>O=@=:=> P:;: ;BE=C=;

U@=G=I @B> ;=KF=> @B>H ?B>H



U@=G=I @CoHC=? @C:oC:K=; ;Fj=J=L GBLFKFI=> @B;BCK= .(3 +(,-(. '2.;8;8)(. ;2.?(. @('(8(. /24=23(u(6(. ;(. '6>B3 '23(u(6 /(.D(+83(E

• &'()(* '26(+8>.(3 +(,-(. '2.;8;8)(. ,23(* ;86(.D(.? =26;(+(6)(. *(+83 (.(38+8+ )(6(),268+,8) +(,-(. '2.;8;8)(.E

• &'()(* 42,>;2 '24=23(u(6(. ,23(* +2+-(8 ;2.?(. '26)24=(.?(. '2+26,( ;8;8)E • F2u(-* 4(.( )2+8('(. +(,-(. /A01 -.,-) 42.-.u(.? '24=23(u(6(. 5(.? =264().( ;(. 42.52.(.?)(. =(?8 '2+26,( ;8;8)E

Perencanaan Pembelajaran untuk SMK Capaian Pembelajaran untuk Mata Pelajaran pada Kelompok Umum

@('(8(. /24=23(u(6(. 4(,( '23(u(6(. )23>4'>) -4-4 42.?(D-

Capaian Pembelajaran untuk Mata Pelajaran pada Kelompok Kejuruan

@('(8(. /24=23(u(6(. 4(,( '23(u(6(. 1(+(6H1(+(6 /6>?6(4

'(;( @('(8(. /24=23(u(6(. 5(.? ;8,2,(')(. >32* '24268.,(*G

K2(*38(. IJ(+2 LM ;(. K>.+2.,6(+8 K2(*38(. IJ(+2 JM ;8)24=(.?)(. >32* '24268.,(*G F(,-(. '2.;8;8)(. =26+(4( ;-.8( )26u( ;('(, 42.?24=(.?)(. )>.,2)+,-(38+(+8 D('(8(. '24=23(u(6(. ;(. 42.-(.?)(..5( ;(3(4 ,-u-(. '24=23(u(6(.9 +26,( '262.D(.((. '24=23(u(6(. +2+-(8 ;2.?(. )(6(),268+,8) )>.+2.,6(+8 5(.? ;8+232.??(6()(.G

Tujuan Pembelajaran

T-u-(. '24=23(u(6(. ;86-4-+)(. ;(68 (.(38+8+ @('(8(. /24=23(u(6(.9 8;2.,8B)(+8 ,-u-(. 5(.? 32=8* +'2+8B) ;(. >'26(+8>.(3 426-u-) '(;( ,(*(' '26)24=(.?(. '2+26,( ;8;8) ;(. )>.,2)+ 38.?)-.?(. +2)8,(6.5(G .2. 5(8,- kompetensi ;(. lingkup materiG

T-u-(. '24=23(u(6(. ;(. (3-6 ,-u-(. '24=23(u(6(. ;('(, ;8+-+-. =26+(4( ;2.?(. 8.;-+,68 '(+(.?(.G

Metode

F2,8(' '2.;8;8) =26*() 42.?24=(.?)(. ,-u-(. )2?8(,(. -.,-) '24=23(u(6(. ;2.?(. 42.?(D- '(;( ,-u-(. '24=23(u(6(. 5(.? ,26,-(.? ;8 )-68)-3-4 >'26(+8>.(3 ;8 +(,-(. '2.;8;8)(.N

• 42.??-.()(. =26=(?(8 +,6(,2?8 '2.;2)(,(. =23(u(6 • 42.??-.()(. =26=(?(8 8.+,6-42. • (+2+42. >,2.,8) ;(3(4 42.83(8 )2,26D('(8(. ,-u-(. )2?8(,(. *(68(.

Pelaporan Hasil Belajar

F(,-(. '2.;8;8)(. =26*() 42.2.,-)(. O(),- '23('>6(. *(+83 =23(u(69 ('()(* ()(. 423('>6)(. *(+83 =23(u(6 +2,8(' Q =-3(. (,(- R =-3(. +2)(38G

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

79

Komponen 4: Perencanaan Pembelajaran

Pertanyaan pemantik dalam merencanakan pembelajaran: • TVWXWY ZW[\W] V^]_`_`XW] [^dWY f^gW]hW]i [\j\W] V^fk^dWjWgW] k^g_WZWgXW] YWZ`d W]Wd`Z`Z XWgWX[^g`Z[`X ZW[\W] V^]_`_`XW]l

• TVWXWY WZ^Zf^] mW]i _`Z\Z\] [^dWY f^]iWh\ X^VW_W Vg`]Z`VnVg`]Z`V WZ^Zf^]l • TVWXWY f^[q_^ mW]i _`i\]WXW] _WVW[ f^]Z[`f\dWZ` V^Z^g[W _`_`X \][\X k^dWjWgl

Perencanaan Pembelajaran untuk Pendidikan Khusus Capaian Pembelajaran

rWVW`W] s^fk^dWjWgW] fW[W V^dWjWgW] _` vwx _`V^g\][\XXW] kWi` Z^f\W j^]`Z X^XY\Z\ZW] f^]iWh\ VW_W hWVW`W] V^fk^dWjWgW] mW]i _`[^[WVXW] qd^Y s^f^g`][WYy rWVW`W] V^fk^dWjWgW] kWi` V^Z^g[W _`_`X k^gX^k\[\YW] XY\Z\Z _` ZW[\W] V^]_`_`XW] g^i\d^gz`]Xd\Z` _WVW[ f^]ii\]WXW] rs ZW[\W] V^]_`_`XW] g^i\d^g mW]i _`fq_`{XWZ` Z^Z\W` _^]iW] XWgWX[^g`Z[`X _W] X^k\[\YW] V^Z^g[W _`_`Xy s^Z^g[W _`_`X k^gX^k\[\YW] XY\Z\Z [W]VW YWfkW[W] `][^d^X[\Wd f^]ii\]WXW] rs g^i\d^g _^]iW] f^]^gWVXW] Vg`]Z`V fq_`{XWZ` X\g`X\d\fy s^]^][\W] |WZ^ VW_W V^Z^g[W _`_`X k^gX^k\[\YW] XY\Z\Z _`_WZWgXW] VW_W YWZ`d WZ^Zf^] W}Wd Z^Y`]iiW V^fk^dWjWgW] Z^Z\W` _^]iW] X^k\[\YW] _W] XWgWX[^g`Z[`X V^Z^g[W _`_`Xy v^kWiW` hq][qY~ ZWdWY Z^qgW]i V^Z^g[W _`_`X X^dWZ €€€ vswx ‚ƒWZ^ „… k^g_WZWgXW] YWZ`d WZ^Zf^] W}Wd f^f`d`X` X^fWfV\W] ƒWZ^ x~ fWXW V^fk^dWjWgW] kWi` V^Z^g[W _`_`X [^gZ^k\[ W_WdWY ƒWZ^ x ‚d`][WZ |WZ^ _W] d`][WZ ^d^f^]…y

Tujuan Pembelajaran

T\j\W] V^fk^dWjWgW] _`g\f\ZXW] _Wg` W]Wd`Z`Z rWVW`W] s^fk^dWjWgW]y v^dW`] [^g_`g` W[WZ _\W XqfVq]^]~ mW`[\ kompetensi _W] lingkup materi~ [\j\W] V^fk^dWjWgW] j\iW f^]hWX\V †Wg`WZ` _W] WXqfq_WZ` dWmW]W] Z^Z\W` XWgWX[^g`Z[`X V^Z^g[W _`_`Xy v^dW`] `[\~ [\j\W] V^fk^dWjWgW] _`WgWYXW] VW_W [^gk^][\X]mW X^fW]_`g`W] _WdWf WX[`†`[WZ Z^YWg`nYWg` Y`]iiW X^Z`WVW] f^fWZ\X` _\]`W X^gjWy

Metode

s^]_`_`X f^]i^fkW]iXW] f^[q_^ V^fk^dWjWgW] _^]iW] f^]ii\]WXW] k^gkWiW` Z[gW[^i` V^]_^XW[W] V^fk^dWjWgW] Z^Z\W` _^]iW] j^]`Z X^XY\Z\ZW] _W] X^k\[\YW] V^Z^g[W _`_`Xy

Pelaporan Hasil Belajar

wWVqgW] YWZ`d k^dWjWg _`dWXZW]WXW] VW_W Z^[`WV WXY`g Z^f^Z[^g ‡ _W] ˆ _WVW[ _`dWXZW]WXW] Z^Z\W` _^]iW] X^k\[\YW] ZW[\W] V^]_`_`XW]y

Pertanyaan pemantik dalam merencanakan pembelajaran: • TVWXWY ZW[\W] V^]_`_`XW] [^dWY f^]m\Z\] g^]hW]W V^fk^dWjWgW] mW]i Z^Z\W` _^]iW] j^]`Z X^XY\Z\ZW] _W] X^k\[\YW] V^Z^g[W _`_`Xl

• TVWXWY ZW[\W] V^]_`_`XW] f^f`d`X` ZWgW]W VgWZWgW]W mW]i f^]\]jW]i V^Z^g[W _`_`X \][\X [^gd`kW[ _` _WdWf V^fk^dWjWgW] mW]i f^]m^]W]iXW] _W] g^d^†W] _^]iW] V^Z^g[W _`_`Xl

• TVWXWY f^[q_^ mW]i _`i\]WXW] _WVW[ f^]Z[`f\dWZ` V^Z^g[W _`_`X \][\X k^dWjWgl

80

Komponen 4: Perencanaan Pembelajaran

Perencanaan Pembelajaran untuk Satuan Pendidikan Nonformal Program Pendidikan Kesetaraan ‰Š‹Š ŒŠŽŠ ‘‹’‹’“Š ”•”–—Š˜ –”™–Š— ‰‘‹’‹’“Š š‘Œ‘Š–ŠŠ› ‘–‘œŠŠŠ ‘—‘˜ŠžŠ–Š ‘–Œ’•at fleksibel dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, lingkungan

belajar, satuan pendidikan.

Capaian Pembelajaran

Capaian pembelajaran pada kelompok mata pelajaran umum dan program pemberdayaan dan keterampilan di pendidikan kesetaraan mengacu pada Capaian Pembelajaran yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran dirumuskan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kebutuhan belajar, dan kondisi lingkungan.

Metode Pembelajaran

Penyusunan langkah-langkah pembelajaran memperhatikan bentuk pembelajaran, yakni tatap muka, tutorial, mandiri ataupun kombinasi secara proporsional dari ketiganya. Dapat berupa kombinasi dari berbagai metode agar pembelajaran dapat berjalan secara efektif. Pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup untuk kemandirian yang sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan peserta didik. Dalam kegiatan tutorial, pendidik membahas materi, memberi latihan, mengidentifikasi materi-materi yang sulit dan memberikan umpan balik. Dalam kegiatan mandiri, pendidik menyediakan waktu belajar bagi peserta didik untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Pendidik dapat menggunakan media secara visual, audio, audio visual, atau media penyaji guna mendukung proses pembelajaran.

Pelaporan Hasil Belajar

Laporan hasil belajar dilaksanakan pada setiap akhir semester 1 dan 2.

Pertanyaan pemantik dalam merencanakan pembelajaran: • • •

Apakah satuan pendidikan telah menyusun rencana pembelajaran yang menarik, interaktif, dan melibatkan peserta didik secara aktif? Apakah satuan pendidikan memiliki sarana prasarana yang menunjang peserta didik untuk terlibat di dalam pembelajaran yang menyenangkan dan menantang? Apakah metode yang digunakan dapat menstimulasi peserta didik untuk belajar?

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

81

82 82

9

Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional

Ringkasan Bab Hubungan Evaluasi, Pendampingan, dan Pengembangan Profesional Pendidik dalam Pembelajaran Prinsip Evaluasi Pembelajaran dan Evaluasi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Evaluasi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Pelaksanaan Evaluasi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional di Satuan Pendidikan

Hubungan Evaluasi, Pendampingan, dan Pengembangan Profesional Pendidik dalam Pembelajaran Pendampingan dan pengembangan profesional pendidik dalam pembelajaran merupakan salah satu tindak lanjut dari evaluasi. Evaluasi berdasarkan proses refleksi dan pemberian umpan balik dilakukan secara terus menerus dalam keseharian belajar mengajar penting dilakukan oleh pendidik. Pendidik dapat melakukan refleksi mandiri terhadap kriteria kesuksesan yang telah ditetapkan (tujuan belajar, Capaian Pembelajaran, dan profil pelajar Pancasila).

83 83

Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional

Ÿ ¡¢ £ ¤ ¥¦£¦§¨ §  §© ª¦« ¬­ §  §© ® § ¦¯ «° ­± ­¦¢ ² ± ­ ³° ­±¬«°­

Prinsip Evaluasi Pembelajaran dan Evaluasi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan •

Evaluasi pembelajaran dan evaluasi kurikulum operasional satuan pendidikan dilakukan secara mandiri dan berkala oleh satuan pendidikan.

• Evaluasi pembelajaran secara menyeluruh bertujuan untuk mengukur keberhasilan pendidik dalam memfasilitasi pembelajaran. • Evaluasi kurikulum operasional satuan pendidikan bertujuan untuk mengukur keberhasilan kepala satuan pendidikan dan pendidik dalam menjalankan seluruh program pendidikan yang direncanakan

84

dengan tujuan untuk memahami apakah visi, misi dan tujuan satuan pendidikan telah tercapai. Evaluasi pembelajaran menjadi salah satu bagian penting dari evaluasi kurikulum operasional satuan pendidikan •

Kedua proses ini saling berkaitan, tetapi mempunyai sasaran evaluasi yang berbeda. Sasaran langsung dari evaluasi pembelajaran adalah peserta didik dan pendidik, sedangkan sasaran utama evaluasi kurikulum operasional satuan pendidikan adalah kepala satuan pendidikan dan pendidik, di mana peserta didik menjadi sasaran tidak langsung.

Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional



Proses ini dikelola oleh para kepala satuan pendidikan dan/atau pendidik yang dianggap sudah mampu untuk melakukan peran ini.



Evaluasi dilakukan secara bertahap dan mandiri agar terjadi peningkatan kualitas secara berkelanjutan di satuan pendidikan, sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan.

Prinsip-prinsip melakukan evaluasi: 1. Menetapkan tujuan evaluasi yang akan dilakukan 2. Menetapkan data/informasi yang ingin didapatkan dalam kegiatan peninjauan. 3. Menentukan bentuk asesmen yang akan dilakukan untuk mendapatkan data/informasi yang diinginkan. 4. Merancang aktivitas evaluasi yang bersifat reflektif dan dapat dijadikan pengembangan bagi pendidik dan pelaksana program. 5. Menggunakan alat penilaian pencapaian yang jelas dan terukur.

Evaluasi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Kapan evaluasi kurikulum operasional di satuan pendidikan bisa dilakukan? Per hari. Pendidik membuat catatan anekdotal secara informal mengenai bagaimana proses belajar berjalan, bagaimana tujuan belajar tercapai, bagaimana peserta didik merespon proses kegiatan belajar. Per Unit Belajar. Setelah melakukan asesmen formatif, secara individual maupun tim, pendidik bisa mengkaji ulang proses belajar dan tercapainya tujuan dan melakukan perbaikan maupun penyesuaian terhadap proses belajar. Per Semester. Setelah 1 semester selesai, pendidik dan tim bisa melihat kontinum pencapaian. Per Tahun. Evaluasi terhadap pencapaian dan proses pembelajaran dalam satu tahun dapat dikumpulkan berkala dalam rentang waktu yang lebih pendek dan bagaimana hal tersebut berkontribusi dengan visi, misi, serta tujuan satuan pendidikan.

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

85

Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional

Apa saja yang bisa menjadi sumber informasi dalam meninjau ulang pembelajaran dan kurikulum operasional? Hasil asesmen peserta didik per unit. Artefak peserta didik: projek peserta didik, portofolio peserta didik, pameran karya, pertunjukan, dan sebagainya. Survei lulusan Refleksi proses belajar oleh pendidik Observasi kepala satuan pendidikan Rapor Pendidikan

Beberapa contoh cara mengumpulkan informasi Observasi dan refleksi mandiri. Melakukan asesmen berupa observasi dan refleksi mandiri secara individual terhadap kriteria kesuksesan yang telah ditetapkan (tujuan belajar, capaian pembelajaran, dan profil pelajar Pancasila) FGD (Focus Group Discussion) merupakan diskusi terpumpun yang dilakukan secara kelompok untuk melihat hubungan antardata yang dimiliki pada catatan anekdotal, hasil belajar peserta didik, dan refleksi dalam self-study, untuk menganalisis masalah dan menarik kesimpulan, serta mengambil keputusan untuk melakukan perbaikan. Kuesioner peserta didik. Mengumpulkan persepsi peserta didik terhadap proses belajar, kualitas sarana prasarana, materi/bahan ajar, serta bagaimana peserta didik memaknai hasil belajarnya. Kuesioner orang tua. Mengumpulkan persepsi orang tua terhadap perkembangan belajar peserta didik.

86

Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional

Pelaksanaan Evaluasi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Mengapa kurikulum operasional di satuan pendidikan perlu ditinjau ulang? Meningkatkan hasil belajar peserta didik, keterlibatan, dan kepuasan belajar. Menunjukkan kekuatan dan tantangan pelaksanaan program belajar sebagai implementasi kurikulum operasional. Mengevaluasi perubahan terkini dari implementasi yang dilakukan. Mengidentifikasi program belajar yang perlu diperbaiki. Mengukur ketercapaian visi dan misi lewat program yang diajarkan di satuan pendidikan. Evaluasi merupakan sarana pemberian umpan balik pada kompetensi mengajar pendidik, yang selaras dengan tujuan dan kebutuhan belajar peserta didik, serta kebutuhan dunia kerja (terutama bagi SMK).

Apa yang bisa ditinjau kembali? Alur pembelajaran, mutu, dan relevansi hasil belajar dan prosesnya untuk menentukan tujuan pembelajaran berikutnya Kompetensi utuh peserta didik yang memuat pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang akan dituju (mengacu kepada profil pelajar Pancasila), dengan mempertimbangkan aspek penting di setiap mata pelajaran (kecuali PAUD) dan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Asesmen pembelajaran Sumber materi ajar, perlengkapan visual maupun auditori, dan kesesuaian dengan tahapan perkembangan anak. Persepsi peserta didik dalam menjalani proses belajar. Peningkatan kompetensi dan pengelolaan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan agar mereka dapat bekerja dengan efektif Proses dan program yang dianggap paling berhasil serta indikator keberhasilannya Proses dan program apa yang masih perlu dan paling penting untuk dikembangkan Untuk SMK, relevansi kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja. Untuk pendidikan khusus, kesesuaian layanan pendidikan inklusif dan khusus dengan potensi dan kebutuhan peserta didik

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

87

Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional

Bagaimana cara melakukannya? Kolaboratif: Melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk peserta didik. Reflektif: Melihat kembali pencapaian dan kekurangan dari berbagai aspek, jujur, dan berdasarkan bukti. Berdasarkan Data: Membuat kesimpulan berdasarkan fakta yang dikumpulkan dari berbagai sumber dan yang ditelaah secara seksama. Berpusat pada peserta didik: Mengedepankan kepentingan peserta didik dalam mengambil kesimpulan maupun keputusan. Fokus pada perbaikan dan pengembangan kualitas pembelajaran peserta didik.

Siapa yang terlibat dalam evaluasi kurikulum operasional di satuan pendidikan? Kepala satuan Pendidikan Wakil kepala satuan pendidikan Bidang Kurikulum (bila ada) Kepala Program Keahlian (SMK) Pendidik Tenaga kependidikan Peserta didik Orang tua peserta didik Pengawas atau penilik satuan pendidikan Mitra (dunia kerja, organisasi komunitas, industri, dll.) Pakar Balai Guru Pembelajar

88

Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional

Pilihan Satuan Pendidikan dalam Melakukan Evaluasi E´µ¶·µ¸¹ º·»¹¼·¶·½ ¾¿À»µ¸¹Áµ¶ õķµÂ ÅÀÂƹƹ¼µÂ ƹ¶µ¼¸µÂµ¼µÂ mandiri dan bertahap ¸À¸·µ¹ ÆÀÂǵ konteksÈ kebutuhanÈ ÆµÂ kemampuan satuan pendidikanÉ

Catatan: • Ź¶¹ÊµÂË¿¹¶¹ÊµÂ ¹Â¹ ÌÀ»Ä·Í·µÂ ·ÂÄ·¼ ½À½ÌÀ»¹¼µÂ ǵ½Ìµ»µÂ ̵Êε ¿ÀÂÏ·¸·ÂµÂ Ƶ ¿À¶µ¼¸µÂµµÂ ¼·»¹¼·¶·½ Á¿À»µ¸¹Áµ¶ Ƶ¿µÄ ƹ¶µ¼·¼µÂ ¸À¸·µ¹ ÆÀÂǵ ¼À¸¹µ¿µÂ Ƶ ¼ÁÂƹ¸¹ ½µ¸¹ÂÇ˽µ¸¹ÂÇ ¸µÄ·µÂ ¿ÀÂƹƹ¼µÂÉ

• õķµÂ ¿ÀÂƹƹ¼µÂ ƹʵ»µ¿¼µÂ ½À¶µ¼·¼µÂ »efleksi secara rutin agar dapat menentukan pilihan yang tepat dalam menyusun dan melaksanakan kurikulum operasional.

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

89

Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional

Pilihan 3

Pilihan 4

Melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil perkembangan belajar peserta didik selama pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, PKL (SMK)/magang (SMALB), dan ekstrakurikuler peserta didik, dengan memperhatikan:

Melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil perkembangan belajar peserta didik selama pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, PKL (SMK)/magang (SMALB), dan ekstrakurikuler peserta didik, dengan memperhatikan:

Capaian pembelajaran

Capaian pembelajaran

Profil pelajar Pancasila

Profil pelajar Pancasila

Hasil asesmen pembelajaran

Hasil asesmen pembelajaran

Karakteristik program keahlian (kelas X SMK) dan konsentrasi keahlian (kelas XI, XII XIII SMK)

Karakteristik program keahlian (kelas X SMK) dan konsentrasi keahlian (kelas XI, XII XIII SMK)

Kualitas pengajaran pendidik dan penggunaan perangkat ajar

Penggunaan perangkat ajar

Keselarasan dengan visi, misi, tujuan dan kekhasan satuan pendidikan Evaluasi ini mempertimbangkan sudut pandang peserta didik dan orang tua.

90

Keselarasan dengan visi, misi, tujuan dan kekhasan satuan pendidikan Kesuksesan implementasi program satuan pendidikan dengan mitra Evaluasi ini mempertimbangkan sudut pandang kebijakan daerah/nasional dan masukan berbagai pemangku kepentingan (pihak internal dan eksternal satuan pendidikan).

Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional

PILIHAN 1 Satuan pendidikan melakukan evaluasi yang fokus kepada evaluasi pembelajaran oleh pendidik. Evaluasi pembelajaran ini fokus kepada proses dan hasil perkembangan belajar peserta didik selama pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila peserta didik, dengan memperhatikan: Capaian Pembelajaran; profil pelajar Pancasila; hasil asesmen pembelajaran; dan karakteristik program keahlian (kelas X SMK) dan konsentrasi keahlian (kelas XI, XII XIII SMK). Pertanyaan refleksi atau pemantik yang dapat dipakai oleh kepala satuan pendidikan maupun pengawas: Apakah tujuan evaluasi yang diharapkan? Apa saja asesmen pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dalam mengukur proses dan hasil pembelajaran peserta didik? Siapa saja yang terlibat dalam proses mengukur hasil pembelajaran ini? Apa saja data proses dan hasil pembelajaran yang dimiliki oleh satuan pendidikan? Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam pembelajaran intrakurikuler? Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam pembelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila? Dimensi profil pelajar Pancasila apa yang sudah berkembang dengan baik? Dimensi apa yang harapannya akan dikembangkan dalam pembelajaran berikutnya? Apa saja proses pembelajaran yang sudah berjalan dengan baik? Apa saja proses pembelajaran yang masih perlu untuk terus ditingkatkan? Bagian kurikulum apa yang perlu disesuaikan?

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

91

Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional

PILIHAN 2 Satuan pendidikan melakukan evaluasi dengan memperhatikan perspektif peserta didik. Evaluasi pembelajaran ini fokus kepada proses dan hasil perkembangan belajar peserta didik selama pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, PKL (SMK)/magang (SMALB), dan ekstrakurikuler peserta didik, dengan memperhatikan: Capaian Pembelajaran; profil pelajar Pancasila; hasil asesmen pembelajaran; karakteristik program keahlian (kelas X SMK) dan konsentrasi keahlian (kelas XI, XII XIII SMK); kualitas pengajaran pendidik dan penggunaan perangkat ajar; dan umpan balik dari peserta didik mengenai pengalaman belajar peserta didik. Pertanyaan refleksi atau pemantik yang dapat dipakai oleh kepala satuan pendidikan maupun pengawas: Apakah tujuan evaluasi yang diharapkan? Apa saja asesmen pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dalam mengukur proses dan hasil pembelajaran peserta didik? Siapa saja yang terlibat dalam proses mengukur hasil pembelajaran ini? Apakah peserta didik terlibat dalam proses evaluasi pembelajaran ini? Apa saja data proses dan hasil pembelajaran yang dimiliki oleh satuan pendidikan? Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam pembelajaran intrakurikuler? Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam pembelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila? Dimensi profil pelajar Pancasila apa yang sudah berkembang dengan baik? Dimensi apa yang harapannya akan dikembangkan dalam pembelajaran berikutnya? Apa saja proses pembelajaran yang sudah berjalan dengan baik? Apa saja proses pembelajaran yang masih perlu untuk terus ditingkatkan? Bagian kurikulum apa yang perlu disesuaikan?

92

Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional

PILIHAN 3 Satuan pendidikan melakukan evaluasi dengan memperhatikan perspektif peserta didik dan orangtua. Evaluasi pembelajaran ini fokus kepada proses dan hasil perkembangan belajar peserta didik selama pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, PKL (SMK)/magang (SMALB), dan ekstrakurikuler peserta didik, dengan memperhatikan: Capaian Pembelajaran; profil pelajar Pancasila; hasil asesmen pembelajaran; karakteristik program keahlian (kelas X SMK) dan konsentrasi keahlian (kelas XI, XII XIII SMK); kualitas pengajaran pendidik dan penggunaan perangkat ajar; keselarasan dengan visi, misi, tujuan dan kekhasan satuan pendidikan; dan Umpan balik dari peserta didik dan orangtua mengenai pengalaman belajar peserta didik. Pertanyaan refleksi atau pemantik yang dapat dipakai oleh kepala satuan pendidikan maupun pengawas: Apakah tujuan evaluasi yang diharapkan? Apa saja asesmen pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dalam mengukur proses dan hasil pembelajaran peserta didik? Siapa saja yang terlibat dalam proses mengukur hasil pembelajaran ini? Apakah peserta didik terlibat dalam proses evaluasi pembelajaran ini? Apa pendapat mereka mengenai pengalaman belajar mereka? Apakah orangtua terlibat dalam proses evaluasi pembelajaran ini? Apa pendapat mereka mengenai pengalaman belajar anaknya? Apa saja data proses dan hasil pembelajaran yang dimiliki oleh satuan pendidikan? Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam pembelajaran intrakurikuler? Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam pembelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila? Dimensi profil pelajar Pancasila apa yang sudah berkembang dengan baik? Dimensi apa yang harapannya akan dikembangkan dalam pembelajaran berikutnya? Apa saja proses pembelajaran yang sudah berjalan dengan baik? Apa saja proses pembelajaran yang masih perlu untuk terus ditingkatkan? Apa strategi, kebijakan, dan/atau program yang akan diperkenalkan untuk meningkatkan kurikulum yang ada? Bagian kurikulum apa yang perlu disesuaikan?

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

93

Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional

PILIHAN 4 Satuan Pendidikan melakukan evaluasi dengan memperhatikan sudut pandang kebijakan daerah/nasional dan masukan berbagai pemangku kepentingan (pihak internal dan eksternal satuan pendidikan). Evaluasi pembelajaran ini fokus kepada proses dan hasil perkembangan belajar peserta didik selama pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, PKL (SMK)/magang (SMALB), dan ekstrakurikuler peserta didik, dengan memperhatikan: capaian pembelajaran; profil pelajar Pancasila; hasil asesmen pembelajaran; karakteristik program keahlian (kelas X SMK) dan konsentrasi keahlian (kelas XI, XII XIII SMK); kualitas pengajaran pendidik dan penggunaan perangkat ajar; keselarasan dengan visi, misi, tujuan dan kekhasan satuan pendidikan; umpan balik dari peserta didik dan orangtua mengenai pengalaman belajar peserta didik; dan Kesuksesan implementasi program satuan pendidikan dengan mitra Pertanyaan refleksi atau pemantik yang dapat dipakai oleh kepala satuan pendidikan maupun pengawas: Apakah tujuan evaluasi yang diharapkan? Apakah asesmen pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dalam mengukur proses dan hasil pembelajaran peserta didik sudah dikomunikasikan dan dipahami oleh peserta didik? Apakah peserta didik, orangtua, dan mitra satuan pendidikan terlibat dalam proses evaluasi pembelajaran? Apa pendapat mereka mengenai proses dan hasil pembelajaran yang ada? Apa saja data proses dan hasil pembelajaran (internal dan eksternal) yang dimiliki oleh satuan pendidikan? Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang disasar pendidik dalam pembelajaran intrakurikuler? Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam pembelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila? Dimensi profil pelajar Pancasila apa yang sudah berkembang dengan baik? Apakah ada kesinambungan antara dimensi profil yang dikembangkan di dalam intrakurikuler dengan projek penguatan profil pelajar Pancasila? Dimensi apa yang harapannya akan dikembangkan dalam pembelajaran berikutnya? Apa strategi, kebijakan, dan/atau program yang akan diperkenalkan untuk meningkatkan kurikulum yang ada? Organisasi dan/atau pihak luar mana yang dapat diajak kerja sama untuk mengoptimalkan proses dan hasil pembelajaran di satuan pendidikan? Bagian kurikulum apa yang perlu disesuaikan?

94

Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional

Tips

Strategi untuk Evaluasi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Evaluasi kurikulum operasional di Satuan Pendidikan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. •

ÐÑÒÓÒÔ ÕÖ×ØÖÙÚÒÔ ÑÖÔÛÒÔ Ü×ÒÔÛ

ÒÕÒÓÒâ ØÖ×ÑÒÕÒØ ÕÖ×áÖÑÒÒÔ ÒÔØÒ×Ò ØÚèÚÒÔ

ØÚÒÝ ÞÒ×ÛÒ ßÒØÚÒÔ ÕÖÔÑàÑàÓÒÔ ÚÔØÚÓ

æÒÔÛ ØÖ×ØÚäàß ÑÒÔ ØÚèÚÒÔ æÒÔÛ ÑàßÒÙÕÒàÓÒÔ

ÙÖÔÑÒÕÒØÓÒÔ ÛÒÙáÒ×ÒÔ ÙÖÔÛÖÔÒà

ÜäÖâ ÕàâÒÓëÕàâÒÓ æÒÔÛ ÙÖÔèÒäÒÔÓÒÔç

ÕÒÔÑÒÔÛÒÔ ÙÖ×ÖÓÒ ØÖ×âÒÑÒÕ ÖãÒäÚÒßà ÓÚ×àÓÚäÚÙå ÒÕÒ æÒÔÛ ÑàÕÒâÒÙàÝ áÒÛÒàÙÒÔÒ



ÕÖ×ÙÒßÒäÒâÒÔç îÔØÚÓ ßÖØàÒÕ ÕÖ×ÙÒßÒäÒâÒÔ

ÕÖ×ÒßÒÒÔ ÑÒÔ ÕÖÔÑÒÕÒØÔæÒ ÙÖÔÛÖÔÒà

ÕÖ×äÚ ÑàÑÖßÒàÔ Õ×ÜßÖß ÖãÒäÚÒßàÝ ÑÒÔ ÙÖÔéÒ×à

ÖãÒäÚÒßà ßÒØÚÒÔ ÕÖÔÑàÑàÓÒÔç



Ð×ÒâÓÒÔ ÑàßÓÚßà ÕÒÑÒ ÕÖÙáÒâÒßÒÔ ÙÖÔÛÖÔÒà äàÔÛÓÚÕ ÖãÒäÚÒßà ÓÚ×àÓÚäÚÙå

ÑÒØÒ æÒÔÛ ßÕÖßàíÓç



ÑàßÓÚßà ØÖ×ÕÚÙÕÚÔ ÒØÒÚÕÚÔ ÙÖäÒäÚà ×ÒÕÜ×

ÒØÒÚ ÑÜÓÚÙÖÔ ÖãÒäÚÒßà æÒÔÛ ÒÓÒÔ

ÕÖÔÑàÑàÓÒÔç

ÑàÛÚÔÒÓÒÔç ÐÙÒØà èÒäÒÔÔæÒ Õ×ÜÛ×ÒÙ ßÖéÒ×Ò ßÖÓßÒÙÒ

• •

àÙÕäÖÙÖÔØÒßàÔæÒç ðÜØ×ÖØ àÔà áàßÒ ÑÒäÒÙ

ØÚèÚÒÔ Õ×ÜÛ×ÒÙç

áÖÔØÚÓ ãàÑÖÜÝ Ò×ØÖêÒÓÝ ÓÒßÚß ÒØÒÚ áÖÔØÚÓë

PÒâÒÙà ØÚèÚÒÔ Õ×ÜÛ×ÒÙ ÑÒÔ ÓÖÓâÒÞÒØà×ÒÔ

áÖÔØÚÓ äÒàÔç

æÒÔÛ ÑàÙàäàÓà ÕàâÒÓëÕàâÒÓ æÒÔÛ ØÖ×äàáÒØ ÙÖÔÛÖÔÒà Õ×ÜÛ×ÒÙ ÑÒÔ ÖãÒäÚÒßàå éÒ×à ØÒâÚ

KÖäÜÙÕÜÓÓÒÔ ÑÒÔ ÙÖÔÛÒØÚ× àÔêÜ×ÙÒßà ÑÒäÒÙ ØÖÙÒëØÖÙÒ ÑÒÔ ÙÖÔæàÒÓÒÔ ÕÜØ×ÖØ

ÙÖÔÛàÔÛÒØÓÒÔ ßÖÙÚÒ ÕàâÒÓ ØÖ×âÒÑÒÕ



ïÒäÒÔÓÒÔ Õ×ÜßÖÑÚ× ÕÖÔéÒ×àÒÔ ÑÒÔ ÕÖÔÛÚÙÕÚäÒÔ ÑÒØÒç

ÚÔØÚÓ ÙÖÔÑÒÕÒØÓÒÔ àÔêÜ×ÙÒßà ÔæÒØÒ ÙÖÔÛÖÔÒà àÙÕäÖÙÖÔØÒßàÔæÒ ÑÒÔ

TÖÔØÚÓÒÔ éÒ×Ò ÚÔØÚÓ ÙÖÔéÒ×à ÑÒØÒå ÙÖäÒäÚà ÜáßÖ×ãÒßàÝ ÕÖÔàäÒàÒÔÝ ÞÒÞÒÔéÒ×ÒÝ

ØÚÔèÚÓÓÒÔ ßÒÙÕÖä æÒÔÛ ÒÓÒÔ ÑàÛÚÔÒÓÒÔ



ìÑÖÔØàíÓÒßà âÒäëâÒä æÒÔÛ ÙÖÔèÒÑà ÒÓÒ×



TÖÔØÚÓÒÔ ÕàâÒÓ æÒÔÛ ÒÓÒÔ ÑàáÖ×à äÒÕÜ×ÒÔ ÑÒÔ Õàäàâ êÜ×ÙÒØ æÒÔÛ ßÖßÚÒàç

Contoh alat evaluasi sederhana dapat dilihat di Lampiran 6 dan 7.

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

95

Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional

Pendampingan dan Pengembangan Profesional di Satuan Pendidikan Contoh pertanyaan yang dapat dipakai oleh kepala satuan pendidikan dan pengawas dalam mendorong proses pendampingan dan pengembangan profesional pendidik: • ñòóòôõòöò ÷øùòúò ûòüýòö ùøöþôþô÷òö þòùòü õøöþý÷ýöó ùøöóøõÿòöóòö ùuo øûôoöòú ùøöþôþô÷p



Sôòùò

ûòò ùôò÷ þòuô þòúòõ ûòüýòö ùøöþôþô÷òö aòöó þòùòü þôúôÿòü÷òö ýöüý÷ õøõÿòöüý

ùuoûøû ùøöþòõùôöóòö þòö ùøöóøõÿòöóòö ùuo øûôoöòú ùøöþôþô÷p



Sôòùò

ûòò ùôò÷ þòuô þòúòõ ûòüýòö ùøöþôþô÷òö aòöó þòùòü þôúôÿòü÷òö ýöüý÷ õøõÿòöüý

ùuoûøû ùøöþòõùôöóòö þòö ùøöóøõÿòöóòö ùuo øûôoöòú ùøöþôþô÷p



Aùò÷ò

õøüoþø ùøöþòõùôöóòö þòö ùøöóøõÿòöóòö ùuo øûôoöòú ùøöþôþô÷ aòöó ûøûýòô

þøöóòö ÷øÿýüýòö ùøöþôþô÷ þòö ÷òuò÷üøuôûüô÷ ûòüýòö ùøöþôþô÷òöp



Aùò

ûòò òúòú aòöó þôÿýüý÷òö ýöüý÷ õøöóøõÿòöó÷òö ÷ýòúôüòû ùøöóòòuòöp

Pendampingan dan pengembangan profesional þôüø÷òö÷òö ùòþò ùuôöûôù ueflektif dan pengembangan diri bagi pendidik, serta menggunakan alat penilaian yang jelas dan terukur. Kepala satuan pendidikan merancang dan melakukan proses pendampingan dan pengembangan profesional sesuai kebutuhan sebagai tindak lanjut dari hasil pengamatan dan evaluasi dengan melibatkan pengawas. Kepala satuan pendidikan dan pengawas dapat memainkan peran dalam berbagai contoh pendampingan dan pengembangan profesional yang bisa dilakukan di satuan pendidikan, seperti: • Coaching: proses pendampingan untuk mencapai tujuan dengan menggali pemikiran-pemikiran seseorang terhadap suatu masalah. • Mentoring: proses pendampingan dengan berbagi pengalaman/pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala • Pelatihan: proses pendampingan dengan menguatkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan kinerja, dengan narasumber internal atau eksternal (menyesuaikan dengan kemampuan satuan pendidikan).

96

Prinsip-prinsip pendampingan dan pengembangan profesional 1. Pendampingan dan pengembangan profesional sebagai aktivitas yang dilakukan berdasarkan hasil kegiatan evaluasi. 2. Menetapkan ruang lingkup pendampingan dan pengembangan profesional. Menentukan area yang perlu diperbaiki apakah dari perencanaan program atau pelaksana program. 3. Pendampingan dan pengembangan profesional dilakukan secara terencana dan strategis untuk mencapai suatu tujuan dalam jangka waktu tertentu, dan orang yang tepat untuk melakukan aktivitas pembinaan tersebut. 4. Pendampingan dan pengembangan profesional dilakukan secara bertahap dan mandiri agar terjadi peningkatan kualitas secara berkelanjutan di satuan pendidikan, sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan. 5. Pendampingan dan pengembangan profesional adalah sebuah proses kolaboratif dalam satuan pendidikan antara pendamping dan pendidik, demi tercapainya tujuan bersama.

Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional

Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional untuk SMK H          

halaman 97.

Pendampingan dan Pengembangan Pendidik

Evaluasi Pembelajaran dan Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan

D     !  

E+'  /

"#$ %   &'  ( '  ! (')

(''% '' ''

&*&  +* *, -&& &*& 

&' ' %

  & *%  '  

  

' & '+    '+ , D

, -

 +* *! '    '  

 "#$ * 

&   &  &&  %&&    ' '& *   , D'  % 

''% ' , 4%  '! +'   '  % *& 

 ' '& '      %

 '   ''

%     ''% ' ! e

 (& &'&

 (&  '  ' !  &

  ' , -

''  % '  &e & 

'   &

 ,

 / 

-*& &  **  /  *%

  +',

 '     0/ -&&

D    +'!

" *%  '  ' , -*&e*& (& 

"#$  &''  

   / !  )

 (& ' /



s   1



s  *1



&& ''   &    ' 1



% * &*&!  **1



%



' &1



*+ (   1



upskilling  reskilling;

2'%1



1



*  (1 



  #3#-  "' '! ,

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

%  ! efleksi

secara individual, juga seluruh warga satuan pendidikan. Bahan pembelajaran evaluasi pembelajaran ini dapat dilengkapi dengan data eksternal (seperti umpan balik dari dunia kerja serta hasil kompetensi dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dari Rapor Pendidikan) untuk melakukan evaluasi kurikulum operasional di satuan pendidikan.

97

Glosarium Anekdotal Berbentuk cerita singkat yang menarik dan mengesankan, biasanya mengenai hal penting dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.

Asesmen formatif Metode evaluasi proses pemahaman peserta didik, kebutuhan pembelajaran, dan kemajuan akademik yang dilakukan secara berkala dan berkelanjutan selama pembelajaran.

Eksplorasi Melakukan penyelidikan dan penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan dan kemampuan yang lebih banyak.

Holistik Kerangka berpikir yang memandang bahwa setiap hal baru bisa dimaknai dengan baik jika dilihat secara utuh dan menyeluruh serta saling terhubung antar bagiannya.

Implementasi Pelaksanaan di lapangan.

Kolaboratif Bersifat kolaborasi - Memiliki ciri-ciri dapat melakukan upaya saling membantu dan berbagi peran untuk menuntaskan sebuah pekerjaan atau mencapai tujuan bersama.

Kontekstual Sesuai dengan kondisi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sesuatu yang bersifat kontekstual pasti memiliki keterkaitan dengan pengalaman yang dapat langsung dirasakan.

Pendidik Tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan (Pasal 1 angka 6 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional).

Portofolio Kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya peserta didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan dalam kurun waktu tertentu.

98 98

Daftar Pustaka AF Bureau. (2020, October 9). Strategic Statements: Definitions, Elements, Implementation, and Examples. Alcor Fund. Disadur dari: https://alcorfund.com/insight/strategic-statementsdefinition-elements-implementation-and-examples (6 Maret 2022) Avallone, A. (2017, October 4). Getting to Know You: Learner Profiles for Personalization. Next Gen Learning. Disadur dari: https://www.nextgenlearning.org/articles/getting-to-know-youlearner-profiles-for-personalization pada tanggal 30 Maret 2022 Biggs, J. dan Collis, K.F. (1982). Evaluating the Quality of Learning: SOLO Taxonomy. New York: Academic Press. Fogarty, R. (2009). How to Integrate the Curricula (3rd ed.). Thousand Oaks, California, United States of America: Corwin. Gabriel, J. G. dan Farmer, P. C. (2009). How to Help your School Thrive without Breaking the Bank. US: Association for Supervision and Curriculum Development. Glatthorn, A.A., Boschee, F., Whitehead, B.M., dan Bonni, F.B. (2019). Curriculum Leadership: Strategies for Development and Implementation (5th ed.). California: SAGE Grady, R. (2012, October 25). Facilitating Meaningful Learning Experiences [Video]. Youtube: Cornell SIPS. https://www.youtube.com/watch?v=6n5FTq7mEd0 Lathram, B. (2015, October 16). 5 Ways Learner Profiles Can Promote Competency-Based Education. Getting Smart. Disadur dari: https://www.gettingsmart.com/2015/10/5-ways-learnerprofiles-can-promote-competency-based-education/ pada tanggal 20 Maret 2022 Learning Space Toolkit (n.d). Needs Assessment Process. Disadur dari laman: https:// learningspacetoolkit.org/needs-assessment/needs-assessment-process/index.html pada tanggal 15 Maret 2022 Mind Tools (n.d.) SMART Goals: How to Make Your Goals Achievable. Disadur dari laman: https:// www.mindtools.com/pages/article/smart-goals.htm pada tanggal 4 Maret 2022 Park, K., Ji, H., dan Lim, H. (2015) Development of a Learner Profiling System Using Multidimensional Characteristics Analysis. Mathematical Problems in Engineering. https://doi. org/10.1155/2015/652623 Relojo-Howell, D. (2017, October 9). 5 Ways to Make Learning More Meaningful to Students. American Psychological Association: Psych Learning Curve. Disadur dari: http://psychlearningcurve.org/ learning-more-meaningful/ pada tanggal 24 Maret 2022 Weurlander, M. (2006) Designing a course for meaningful learning. Department for Learning, Informatics, Management and Ethics (LIME) Karolinska Institutet: Stockholm, Sweden. Disadur dari laman: https://staff.ki.se/media/78625/download pada tanggal 16 Maret 2022 Wiggins, G. dan McTighe, J. (2007). Schooling by Design: Mission, Action and Achievement. US: Association for Supervision and Curriculum Development.

99 99

Lampiran LAMPIRAN 1

Contoh Strategi Penentuan Konsentrasi Menggunakan Teori Developing A Curriculum (DACUM) Hasil dari proses DACUM adalah daftar jenis pekerjaan (okupasi) yang terkait dengan pekerjaan mencakup pengetahuan, keterampilan, peralatan, perlengkapan, sifat pekerja, dan kualifikasi pendidikan. Semua tugas berdasarkan keterampilan, pengetahuan, alat, dan perilaku pekerja yang positif.

Salah satu contoh strategi dalam mengembangkan kurikulum (SMK), yaitu DACUM. DACUM merupakan sebuah pendekatan sekaligus akronim dari Developing A Curriculum yang berarti proses pengembangan kurikulum. DACUM melibatkan para profesional dari dunia usaha, pemangku kepentingan bisnis, industri, tenaga kerja, pemerintah dan dunia pendidikan sehingga diharapkan terjalin hubungan bersifat kolaboratif. Langkah kegiatan dilakukan melalui tahapan: •

analisis pekerjaan;



lokakarya validasi;



tinjauan manajemen;



analisis tugas dan finalisasi kurikulum; dan



diseminasi.

Hal-hal tersebut merupakan langkah awal dalam proses pengembangan kurikulum yang dilakukan secara sistematis sehingga menghasilkan rancangan kurikulum kejuruan yang didasarkan pada realitas tempat kerja. Langkah kegiatan untuk melaksanakan proses DACUM: 1. Menyelenggarakan workshop pendahuluan membahas kerja kolaboratif - daftar jenis pekerjaan (okupasi) untuk menetapkan

100 100

tugas-tugas yang ada dalam lingkup pekerjaan. 2. Melakukan analisis terhadap kompetensi esensial yang dibutuhkan oleh dunia kerja, kesesuaian dengan potensi daerah, dst. Analisis ini menjadi basis bagi pembukaan konsentrasi keahlian dalam setiap Program Keahlian di satuan pendidikan. 3. Memetakan kebutuhan terhadap kompetensi tersebut dalam mata pelajaran. 4. Menyusun capaian pembelajaran sejumlah mata pelajaran kejuruan bersama dunia kerja. 5. Mengidentifikasi kompetensi pendukung pekerjaan: pengetahuan dan keterampilan umum, perilaku pekerja (keterampilan pribadi dan interpersonal), peralatan, perlengkapan, persediaan dan bahan yang digunakan, serta tren dan masalah kerja masa depan. 6. Menyelenggarakan review manajemen yang berkaitan dengan bahan, alat, perlengkapan, dll. 7. Mengembangkan kurikulum.

Lampiran

LAMPIRAN 2

Contoh Proses Mendesain Tujuan Pembelajaran di PAUD Contoh Proses Mendesain Tujuan Pembelajaran di PAUD

1

Pemahaman profil pelajar Pancasila.

Workshop pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan

2

Memahami secara utuh konsep dasar profil pelajar Pancasila.

3

Pemahaman Capaian Pembelajaran

4

Memahami rasional, capaian pembelajaran (CP) keseluruhan dan elemen-elemen CP fase fondasi.

Uraikan tujuan pembelajaran dari analisis elemen CP dengan mempertimbangkan visi dan misi satuan, karakteristik peserta didik, serta karakteristik lokal dan budaya setempat. Dengan demikian, tujuan-tujuan pembelajaran tiap satuan PAUD bisa berbeda.

5

Menentukan alokasi periode yang dibutuhkan untuk membagi fokus tujuan-tujuan pembelajaran

Menentukan tujuan pembelajaran dan bukti capaiannya (merencanakan asesmen otentik)

6

Menguraikan CP ke tujuan-tujuan pembelajaran

7

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

Alokasi waktu di PAUD dapat sangat cair, disesuaikan dengan kebutuhan dan minat anak, namun perencanaan awal dibutuhkan untuk memetakan ketercapaian CP secara utuh.

Mendesain rencana kegiatan

101

Lampiran

LAMPIRAN 3

Contoh Pendekatan Muatan Belajar Secara Integrasi untuk Satuan PAUD Satuan PAUD ‘Bunga Matahari’ - TK A Jumlah JP* Struktur**

Keterangan Jul

Agu

Sep

Okt

Nov

Des

LOPP

LOPP

LOPP

LOPP

LOPP

LOPP

[email protected]@[email protected] topik-

topik*** G=?B6:

868?=@ K6=:=>96:@89@> 8=9?=< K=< K6>=9 K6

Data Loading...